Breaking News
YouGep Reloads All Operator Pulsa

Showing posts with label Cerpen Moral. Show all posts
Showing posts with label Cerpen Moral. Show all posts

Wednesday, 6 January 2016

Sketsa Humor - Wakil Rakyatku Sayang Wakil Rakyatku Malang

Sketsa Humor, Wakil Rakyat


Siang ini begitu menyengat, Ku coba keluarkan kepala dari jendela mobilku serta sedikit mengintip dengan pandangan lurus menghadap ke atas.
Mataku benar tak bisa terbuka sempurna, tertimpa sinar matahari yang begitu gagah memancarkan sinarnya dengan penuh keperkasaan sampai suasana menjadi benar-benar panas ditambah suasana jalanan yang semakin penuh saja oleh kendaraan yang berlalu lalang lengkap dengan kepulan asap yang menambah sesak saja ini untuk bernafas.

Daripada bengong sedari tadi hanya pelan saja memacu kendaraan, maklum sajalah jalanan ibukota yang mungkin sudah tak muat lagi menanpung banyaknya kendaraan, terbesit dipikiranku, "berarti orang Indonesia kaya-kaya ya, sampai buruh seperti saya ini mampu beli mobil" sembari hendak memantik korek api dan sebatang rokok yang sudah dihisap dan dikempit oleh dua buah bibirku serasa siap menerima desisan panas sang korek api.
"Tapi ahh, gak usah lah suasana juga makin sumpek gini ditambah asap rokok makin gak jadi dah".
Diletakkan kembali korek api dan rokoknya

"Wah ada apaan ini, kok pada berhenti total gini, apa ada kecelakaan ya didepan ?"
Rasanya ingin keluar dan mencari tahu tapi jalanan sesak bahkan untuk membuka pintupun tidak bisa.
"Mas ada apa ya ? kok pada berhenti gini sih" tanyaku kepada pengendara motor yang tepat berada disebelah mobilku.
"Kurang tahu mas, tapi tampaknya didepan banyak sekali Polisi dan TNI, mana aku pulangnya lewat situ lagi gak ada jalan lain " Tampak sedikit kesal dan panik dia menimpali pertanyaanku

Daripada terjadi apa-apa kalau keluar, akupun menunggu saja di mobil.
"wuahh... mau sampai kapan gini terus nungguian hal beginian yang gak penting banget !!!"
Suasana lagi gerah-gerahnya ada yang mengetuk pintu mobilku dengan wajah sayu serta tenaga yang begitu lemasnya.
Akupun segera membukakan jendela mobilku diapun lansung menyapaku "Permisi pak, selamat siang mohon maaf kami menggangu disuasana yang panas ini"
"Iya mohon maaf pak kalau mau minta sumbangan jangan sekarang deh, suasana lagi gerah banget" jawabku dengan nada meninggi tapi tak membuat wajah bapak tua itu sedikitpun mengkerut justru iya semakin bersemangat mengangkat jerigen yang dibawanya, ya sebesar jerigen yang biasa aku bawa untuk belanja bensin buat dijual eceran. Dan nampaknya jerigen itu sedah berisi walau sedikit.

"Bapak tahu kenapa jalanan ini bisa macet total !!" berganti dia berbicara dengan nada tinggi kepadaku dan dengan sedikit menghentak.
"Memang ini kenapa pak? kok sampai macet total gini?"
"Bapak lihat kan jalan depan gedung DPR itu banyak Polisi dan TNI ? "
"Iya betul pak, ada apa ya ?" tanyaku semakin dibuat penasaran oleh bapak tua itu

"Disana para anggota DPR yang katanya wakil rakyat sedang disandera oleh kawanan teroris, mereka meminta tebusan berupa uang 250 milyar, dan mereka meminta supaya diberi jalan untuk keluar. Jika tidak dipenuhi mereka akan membakar semua anggota DPR dan bila ada Polisi ataupun TNI berbuat macam-macam mereka akan meledakkan diri bersama anggota DPR yang disandera" Kata Bapak itu dengan berapi-api dan sedikit kesal
"Jadi tujuan bapak mengetuk setiap pintu mobil orang untuk meminta sumbangan ?Untuk menebus anggota DPR itu ?" tanyaku kembali sedikit terheran
"Bukann pak, tujuan saya kesini hanya untuk meminta sumbangan bensin bapak 1 liter aja buat diberikan ke teroris itu biar cepet dibakar saja, biar cepet selesai semua. Katanya wakil rakyat justru malah bikin susah rakyatnya saja bermacet-macetan gini. Udah sering bolos kalau rapat soal kepentingan rakyat, eehhh malah ada yang nonton bokep saat rapat kaya anak aku aja hobinya gituan"
"Wah bener pak saya nyumbang satu tangki bensin dimobil saya ini, biar mogok mogok sekalian dewh, towh dari tadi juga kaya mobil mogok" jawabku penuh semangat
"Ehh saya juga pak, sekalian sama motornya juga gak papa ntar gampang beli lagi" Seorang pengendara motor disebelahku ternyata dari tadi mendengar pembicaraan kami dan lansung berniat menyumbangkan motornya untuk dibakar sekalian

Ternyata orang lain juga guyup ingin menyumbangkan bensinnya ke penarik sumbangan bensin lain.

--**Sekian**--



PERHATIAN !!!

Cerita ini hanya untuk hiburan semata, jadi alur cerita dalam cerita ini semua hanya fiktif belaka dan bertujuan hanya untuk menghibur saja . 
Apabila ada pihak dan instansi yang kurang berkenan saya atas nama penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya


Oleh : Ismaiel Mohamed
Theme Song : Iwan Fals - Surat Buat Wakil Rakyat [DOWNLOAD HERE..] !!!
Sumber Link : http://puisikaryaasli.blogspot.co.id/2016/01/sketsa-humor-wakil-rakyatku-sayang.html


Baca Selengkapnya ...

Monday, 17 August 2015

Cerpen Moral Sosial - Apa Salahku Ibu ?

Cerpen moral, sosial, renungan perempuan, anak muda


Saat ini Aku gembira sekali, Aku berada ditempat yang hangat dan nyaman walaupun gelap.

Tapi ah.. Itu tidak masalah, Aku tetap gembira sekali, Tuhan telah memilihkan tempat ini untukku.

Aku Bisa merasakan Ibu tersenyum,

mendengarkan suara Ibu yang lembut.

Tapi Bu, kenapa beberapa hari ini Ibu menangis..?

Malam ini Aku juga mendengar Ibu menangis, bahkan ketika tangisanmu semakin menjadi, tiba tiba Ibu memukulku, yang masih ada dalam perut Ibu. Aku Kaget sekali Bu.. Aku ingin sekali memelukmu dan bertanya kepadamu,

kenapa Ibu bersedih..?

Siapa yang telah membuat Ibu menangis..?

Tapi Ibu terus memukulku.. sakiiiit Bu..

Ibu.. Aku ingin bertanya, kenapa hari ini Ibu mencaci maki Aku..?

Aku bahkan tidak tahu apa salahku..?

Yang ada Ibu hanya berteriak sambil menyebutkan nama Seseorang yang Ibu katakan sebagai Ayahku, Seseorang yang kemarin memukul Ibu.

Ibu.. Aku ingin membelai Wajahmu dan mengusap air matamu, Aku ingin mengatakan Aku sayang Ibu agar Ibu tenang,

tapi tanganku masih terlalu kecil untuk bisa merangkul bahkan membelai wajahmu Bu..

Tapi Tenanglah Bu, aku benar benar akan membahagiakan Ibu saat aku tumbuh besar nanti. Aku akan menjadi jagoan kecil Ibu dan melindungi Ibu, agar tidak ada lagi yang menyakiti Ibuku.

SAAT ABORSI

“Ibu.. Kenapa seharian ini Ibu tetap menangis..?

Apa Aku berbuat salah..?

Ibu, hukumlah Aku jika Aku salah,

tapi tolong usir benda yang menarikku ini..!

Ibu dia jahat padaku, dia menyakitiku,

Ibu.. Tolong Aku.. sakiiiiit.. Ibu..

Kenapa Ibu tidak mendengar teriakanku, Bu..

Benda itu menarik kepalaku,

rasanya leherku ini mau putus,

dia bahkan menyakiti tanganku yang kecil ini,

dia terus menarik dan menyiksaku.. Sakiiit.. Oh Ibu…

tolong hentikan semua ini, aku tidak kuat kesakitan seperti ini.. Ibu.. Aku sekarat…

ABORSI SELESAI

Ibuku sayang.. Kini aku telah bersama Tuhan di-

Surga, Aku bertanya kepadaNya,

apakah Aku dibunuh..? Dia menjawab Aborsi..

Ibu, aku masih tidak mengerti apa itu Aborsi..?

Yang Aku tahu sesuatu itu telah menyakitiku dan Aku sedih Bu.. Teman Temanku di Surga bilang, kalau Aku tidak di inginkan.

Ah.. Aku tidak percaya…

Aku mempunyai Ibu yang sangat baik

dan sayang padaku.

Mereka juga berkata, karena Aku..

Ibu merasa sangat malu !

Itu Tidak benar kan Bu..? Aku kan jagoan kecil Ibu

yang akan melindungi Ibu,

kenapa Ibu harus malu..?

Aku janji tidak akan nakal dan membuat Ibu malu.

Tetapi Mereka tetap bilang padaku,

kalau Ibu sendiri yang membunuhku..!

Tidak ! Ibuku tidak akan sekejam itu,

Ibuku sangat lembut dan mengasihiku..!

Maafkan Aku Ibu…

Aku telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.

Karena Aku ingin membahagiakan Ibu, tapi sekarang Tuhan telah membawaku kesini, karena kejadian itu…

Benda Itu telah menghisap lengan dan kakiku hingga putus…

dan akhirnya mencengkeram seluruh tubuh mungilku.

Ibu.. Aku hanya ingin Ibu tahu,

bahwa Aku sangat ingin tinggal bersama Ibu,

Aku tak ingin pergi. Aku sayang Ibu,

walaupun Aku belum sempat bernafas

dan melihat wajahmu Ibu..

Ibu… Aku sangat ingin mengatakan,

biarlah Aku sendiri yang merasakan…

sakitnya diperlakukan seperti itu, asal jangan Ibu.

Ibu…Maafkan Aku…

karena gagal menjadi jagoan kecil…

yang akan melindungi Ibu…

Selamat tinggal Ibu..

Sumber Karya : 8 Kabar
Sumber Artikel ini : http://puisikaryaasli.blogspot.com/2015/08/cerpen-moral-sosial-apa-salahku-ibu.html
Baca Selengkapnya ...
Designed By SEO Blogger Template Modify by SOB Design