Breaking News
YouGep Reloads All Operator Pulsa

Showing posts with label Romantis. Show all posts
Showing posts with label Romantis. Show all posts

Tuesday, 27 January 2015

Puisi Cinta Rindu - Jika Aku Merindu

Puisi cinta >> Kerinduan >> Mantan Kekasih >> Sajak Romantis >> wanita

Puisi Cinta Rindu - Jika Aku Merindu


Hening malam tiada rasa suasana hati
Hanyalah hadirmu disampingku yang selalu kunanti
Ku tahu meski itu sulit terjadi
Ku hanya bisa melepas rinduku lewat mimpi
Mimpi yang belum terjadi walau hanya sekali

Gelisahku setiap malam berteman resah
Membayangkan dirimu dengan gundah
Masihkah teringat dengan kata cinta yang kubisikkan ?
Atau hanya menjadi masa lalu yang tak pantas kau ingat

Apalah arti diriku dikehidupan lalu?
Peri bersayap yang berikan berjuta cinta
Atau hanya iblis yang torehkan luka dihati
Yang tak mungkin bagimu untuk memaafkan

Jika bisa masuklah ke dalam hatiku
Agar kau bisa saksikan telaga rindu dihatiku
Melihat hujan tertahan dilangit bisu
Kau kan tahu siapa sebenarnya yang selalu ku rindu

Kerinduan itu memaksa percikan air menetes di bola mataku
Terjatuh syahdu menuruni pipiku
Suara lirih selalu memanggil namamu
Berharap tanganmulah yang hapus air mataku
Memanjakanku dalam bidang dadamu

Hingga ku terlelap dalam kesunyian malam
Selalu dengan bayangku yang selalu menyuguhkan kerinduan
Membuat mataku lebam setiap ku terjaga
Lambang kesedihan kerinduan gadis yang tak berujung
Tak pernah bermuara ke seseorang yang dirindukan


Puisi ini menggambarkan tentang keadaan perempuan jika merindukan orang yang dicintai, bisa kekasih atau mantan kekasih.
Suasana yang admin gambarkan mungkin berlebihan ataupun malah masih biasa saja tidak sedahsyat yang dialami para pembaca wanita .
Karena wanita saat merindu hal apapun dia lakukan dan korbankan demi bertemu dengan sesuatu yang dirindukan itu.
Selamat menikmati bait-bait yang sederhana ini ...

Karya : Ismaiel Mohamed
Theme Song : Pas Band feat BCL - Kumerindu >>  [DOWNLOAD HERE]...!!!
Sumber artikel ini : http://puisikaryaasli.blogspot.com/2015/01/puisi-cinta-rindu-jika-aku-merindu.html
Baca Selengkapnya ...

Wednesday, 21 January 2015

Kumpulan Puisi Cinta Terbaik karya Kahlil Gibran

Puisi Tentang Cinta - karya Kahlil Gibran 



Aku Bicara Perihal Cinta

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu,
dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu,
kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu,
kalau kaututupi ketelanjanganmu,
dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki.
Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
TUHAN ada di dalam hatiku,
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati TUHAN”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta,
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih,
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap,
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur,
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
dan sebuah gita puji pada bibirmu.


Nyanyian Sukma

Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,

Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?

Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku

Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?

Oleh : Kahlil Gibran
Baca Selengkapnya ...

Saturday, 6 September 2014

Puisi Cinta : Senyummu Adalah Puisiku

Senyummu Adalah Puisiku



Jemariku menari diatas kertas
Dengan imajinasi yang tak selalu terbatas
Tak peduli itu sebuah fantasi ataupun ilusi
Jemariku selalu bergerak membuat setiap bait puisi

Tahukah kamu ?
Karena ada bayang senyummu di imajinasiku
Senyum termanis dan terindah menurutku
Senyum yang dulu kutangkap sebagai sebuah keanggunan
Keanggunan wanita yang mampu membuat pria bergetar hatinya

Tapi maafkanlah aku hai sayangku
Saat dulu kumampu memilikimu dengan sepenuh hati
Aku malah berpaling darimu seolah hatiku mati suri
Aku menjadi congkak karena telah sanggup memilikimu
Dan kau memilih pergi demi kebaikanmu

Dengan penuh kesombongan aku merelakanmu
Kaupun menjadi milik pria lain
Saat itulah aku baru menyadari aku telah kehilanganmu
Tiada lagi senyum yang menyapaku

Hanya tinggal bayang senyummu yang membekas dalam lamunanku
Membekas penuh arti hingga menjadi puisi
Meskipun sakit dan perih terasa,
Tapi terima kasih karena senyummu pernah menemani hariku
Senyum yang dapat membahagiakan kisah hidupku

Aku mungkin bukanlah imammu dan tulang rusukmu bukan tercipta dari tulang rusukku
Tapi ku kan selalu berdo'a semoga kau bahagia dengan siapapun pendampingmu
Karena caraku mencintaimu adalah melihatmu bahagia
Daripada harus denganku dirimu tak bahagia

Karya : Ismaiel Mohamed

Sumber artikel ini : http://puisikaryaasli.blogspot.com/2014/09/senyummu-adalah-puisiku.html
Baca Selengkapnya ...

Monday, 21 October 2013

Cerpen Kenangan : Senyum di Rintik Hujan Part I

Senyum di Rintik Hujan Part I


Rintik hujan ini mengingatkan akan hal paling indah dalam hidupku, tak terbayang saat itulah aku bertemu sejumput hangat senyuman darimu senyum yang mengembang manis memberi sapaan dan kubalas dengan senyumanku yang paling  manis menurut pandangku. Hingga tak sampai kuberkata dan menyapa hujanpun mereda, diapun bergegas pergi meninggalkanku kembali memberi senyum manisnya serasa mengucapkan kata perpisahan yang indah. Kurasakan yang tak pernah kurasakan hatiku bergetar dan mataku tidak mau lepas dari setiap detik senyumnya seperti kupu-kupu yang tak mau lepas membidik bunga yang cantik dan dipenuhi madu.

Waktupun tak lelah terus berputar dan hari selalu berganti tanpa heanti, ku selalu terbayang kelembutan senyumnya yang serasa memberi kebahagiaan tak terbatas, kebahagiaan seorang pangeran yang menemukan cinta sejatinya sungguh terasa manis semanis-manisnya. Andai saja waktu itu hujan tak berhenti, mungkin aku sudah jauh mengenalnya dan jauh lebih dekat dengannya. Seorang gadis dengan senyum termanisnya yang mampu membius hatiku, yang mampu menghentikan sebuah rintik hujan yang teramat deras, membuat suara bising hujan terasa seperti alunan lagu yang syahdu menciptakan suasana yang begitu romantis bagiku.

Tibalah hari itu sepulang kerja seperti biasanya aku menunggu bus untuk pulang di halte bus. Dengan hujan yang deras mengingatkan aku pada peristiwa manis itu, sedang nikmatnya menikmati lamunanku tiba-tiba aku menyium harum yang sama yang begitu lembut dan semerbak wangi, akupun segera mumutar kepalaku penasaran ingin melihat siapa disampingku. Serasa jantung berdetak kencang aliran darah lansung naik ternyata dia kembali dengan memberi senyuman manisnya. Dengan salah tingkah dan gemetar akupun berusaha membalas senyumnya, entah apa yang menyumbat pikiran dan mengunci lidahku sehingga terasa sulit sekali untuk menyapa serta berkenalan dengannya, tapi dengan sangat ku beranikan diri karena ku tak mau kehilangan kesempatan indah untuk bisa lebih mengenalnya.

Dengan nada gugup akupun mencoba menyapanya

"hai ka..ka..mu kok disini lagi?"

"loh kenapa? ini kan tempat umum jadi siapa aja boleh donk berada disini" kembali ia menjawab dengan nada sedikit kesal tapi serasa lenyap saat dia mengakhiri dengan senyum manisnya. Dan begitu bodohnya aku menanyakan hal seperti itu.

"oh.. maaf maksud aku kamu kok nunggu bus disini apa tempat kerjamu dekat sini?" akupun mencoba mengalihkan suasana dengan pertanyaan yang ringan

"iya, itu kantorku seberang jalan kelihatan juga kok dari sini, la kamu kerja dekat sini juga?"

"sama deket juga tapi kantorku tuh mall yang gede itu" dengan nada malu aku menjawabnya, perlu diketahui aku lulusan sarjana S1 jurusan tekhnik yang baru lulus jadi masih nyari kerjaan sembari nyari aku kerja di lapak komputer Omku di mall itu.

"wah seneng donk bisa belanja tiap hari, emang kamu kerja dibagian apa?"

"nggak kok, aku cuman disuruh nungguin lapak komputer omku. Eh dari tadi nanya belum kenalan kita, perkenalkan nama saya Revan, salam kenal" sambil menyodorkan tangan kepadanya aku ucapkan kata-kata perkenalan yang umum aja karena tidak tahu harus ngomong apa

"namaku marsha, salam kenal juga" sambil tertawa kecil mungkin dalam pikirannya formal sekali ini orang kaya orang penting, diapun menyodorkan tangannya yang halus untuk bersalaman dengan tanganku yang sedikit kasar

Kamipun mengobrol dengan asyik hingga tanpa terasa hujan sudah berhenti menari-nari diatas langit.

"hujan sudah reda nih tapi bus belum lewat" kataku sambil berharap jangan ada bus yang lewat dulu karena ingin rasanya kesempatan seperti ini tidaklah cepat berlalu

"iya nih belum juga ada bus yang lewat" jawabnya singkat seperti tidak fokus kepada diriku karena sedang asik menekan keypad handponenya

"daritadi sibuk terus nih sama handponya sampai akunya dilupain" sambil bergurau aku berusaha memecahkan keheningan

"hehe..iya nih maaf yah soalnya sms penting banget" diapun melihatku dengan tersenyum manis, senyum yang mampu meruntuhkan kokohnya benteng hatiku

"oh gakpapa kok. oh iya kamu punya obeng gak?

"nggak"

"punya kunci inggris gak?"

"nggak juga" jawabnya sedikit bingung dengan pertanyaan anehku

"tapi nomor hp punya kann?"

"haaa,apa?!!!" seketika dia tertawa karena berpikir gombalanku yang sudah garing sering banget di tv.

Diapun mengambil tissu dan bolpoin dan segera menuliskan nomornya dan bergegas pergi rupanya sudah ada sedan merah yang sudah datang menjemputnya dengan sopir seorang lelaki sangat tampan mebukakan pintu, sebelum dia masuk ke pintu mobil dia memberi isyarat jempol dan kelingking yang ditempel di kuping. Akupun paham bahwa dia menginginkan aku untuk meneleponnya, diapun bergegas pergi dengan sedan merah yang menabrak gerimis hujan itu bersama lelaki yang sangat tampan apa mungkin kekasihnya atau bahkan sopirnya pikirku sambil tertawa karena lelaki setampan itu tidaklah mungkin menjadi sopir. Ah tapi biarlah buspun sudah lewat akupun bergegas naik untuk pulang, sambil terus tersenyum sendiri membayangkan hal yang tidak mungkin terjadi bisa berkenalan dengannya, seorang gadis yang senyumnya membayangi setiap hariku.

Malam yang begitu indah ktengok dari jendela tampak sinar rembulan yang penuh ditemani gemerlap bintang yang menambah indahnya di malam ini. Sedang melamun terlintas dipikiranku bahwa aku punya nomor telepone marsha

"ohh.. hampir saja lupa dimana ya tadi sore aku taruh tissue itu" Akupun mencari kesana kemari di tas yang aku pake tadi sore di saku baju

"aduuh..hilang nih kesempatanku untuk bisa lebih deket dengannya, mana belum tentu lagi bisa ketemu dengannya" sambil terus mencari tissue dengan sejumput tulisan nomor handpone seorang gadis manis.

Teringat aku di celana yang dipake tadi sore kalau aku menyimpannya disaku celanaku lansung aku bergegas ke kamar mandi karena celanaku sudah aku rendam. Aku geledah bak cucianku tak peduli malam itu begitu dinginnya terus ku cari celanaku sampai cucian yang aku rendam jadi berantakan kemana-mana

"aduh dimana ini kok belum ketemu sih celanaku, celana dimana kamu celana?" tanyaku konyol kepada celanaku  karena disaku itulah tersimpan tissue nomor hamdpone seorang gadis yang mungkin sudah lecek karena terlipat-lipat

***Bersambung

Karya : Muhamad Ismail

Sumber artikel ini : http://puisikaryaasli.blogspot.com/2013/10/cerpen-kenangan.html
Baca Selengkapnya ...

Wednesday, 14 September 2011

Puisi Cinta - Rayuan

 Ku Tahu Karena Cinta


Seperti puisi yang ku tulis padamu
Tiadalah arti bila bukan untukmu
Aku hanyalah manusia yang dianugerahi cinta
Tiadalah salah bila kuberi anugerahku padamu

Aku tak berharap balas darimu
Tapi kumohon sambutlah cintaku dengan baik
Sapalah dengan senyum terindahmu
Senyum yang selalu hiasi mimpiku

Aku jatuh cinta padamu jauh sebelum aku mengenalmu
Dan cintaku inilah yang menuntunku kepadamu
Hingga ku sadar untuk sipa cinta ini
Hanyalah untuk dirimu yang selalu ada dalam kalbuku

Aku bukanlah menangis
Tapi cintamulah yang hangatkan hatiku
Hingga ku tak sanggup keluarkan air mata
Air mata bahagia karena telah mencintaimu


oleh : Ismaiel Mohamed

Baca Selengkapnya ...

Puisi Cinta - Jatuh Hati

 Elegi Cinta


Kau yang ku cinta selalu dalam hati
Betapa lembutnya terukir dalam hati
Serasa terbang melayang oleh angan
Walau tak tahu ku bisa dapatkannya

Dalam pejamku hanyalah ada bayang wajahmu
Merasuki tubuhku dengan lembut dan mesra
Buatku beruntung telah mengenal cinta
Meski ku tahu kadang hanyalah sebelah tangan
Tapi tiada salah bila aku jatuh cinta

Aku tak tahu tentang hatimu
Tapi aku tahu hatiku selalu memilihmu
Kan ku tapaki jalan seterjal apapun
Tuk buktikan bahwa aku sungguh ingin menjadi bagian hidupmu

Walau hanya bagian kecil aku rela
Karena aku mencintaimu
Dan kau selalu ada dalam hatiku
Sampai ku tersadar betapa beruntungnya aku telah mencintaimu

Karya : Ismaiel Mohamed
Baca Selengkapnya ...
Designed By SEO Blogger Template Modify by SOB Design